Search

Senin, 19 Agustus 2013

Pengukuran


Sebagaimana ilmu pengetahuan pada umumnya, Fisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika. Pengukuran-pengukuran yang teliti sangat diperlukan dalam fisika agar pengamatan gejala alam dapat dijelaskan dengan akurat. Pada mobil yang bergerak diukur dua besaran sekaligus yaitu besaran panjang dan besaran waktu. Dalam fisika diperlukan pengukuran-pengukuran yang teliti agar pengamatan gejala alam dapat dijelaskan dengan akurat. Pada pengukuran-pengukuran kita berbicara tentang suatu besaran (kuantitas) yang dapat diukur, dan disebut besaran fisis. Contoh besaran fisis, antara lain: panjang, massa, waktu, gaya, simpangan, kecepatan, panjang gelombang, frekuensi, dan lain-lain. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran fisis dengan besaran fisis sejenis sebagai standar (satuan) yang telah disepakati lebih dahulu. Tujuan pengukuran adalah untuk mengetahui nilai ukur suatu besaran fisis dengan hasil akurat.
Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran (besar) dan satuan. Sedangkan satuan adalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) merupakan satuan hasil konferensi para ilmuwan di Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Berdasarkan satuannya besaran dibedakan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Selain itu, berdasarkan ada tidaknya arah, besaran juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran skalar dan besaran vektor.

1. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Satuan dan lambang satuan dari besaran pokok dapat dilihat dalam tabel berikut :

Besaran Pokok
Satuan
lambang
Panjang
meter
m
Massa
kilogram
kg
Waktu
sekon (detik)
s
Suhu
kelvin
A
Kuat Arus Listrik
ampere
K
Intensitas Cahaya
kandela
cd
Jumlah Zat
mole
Mol
Sudut bidang datar
radian
rad
Sudut Ruang
steradian
sr


2. Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan mengabungkan beberapa satuan besaran pokok. Berikut merupakan beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya :

Besaran Pokok
Satuan
lambang
Luas
meter persegi
m2
Volume
meter kubik
m3
Gaya
newton
N
Energi
joule
J
Tekanan
pascal
Pa
Frekuensi
hertz
Hz
Muatan Listrik
coulomb
C
Beda Potensial
volt
V
Hambatan listrik
ohm

Dalam mempelajari satuan, ada dua macam sistem satuan yang sering digunakan dalam ilmu Fisika yakni sistem MKS (meter-kilogram-sekon) dan CGS (centimeter-gram-sekon). Satuan internasional menetapkan sistem MKS sebagai satuan yang dipakai untuk tujuh besaran pokok.

3. Dimensi
Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi. Besaran pokok dan dimensinya dapat kita lihat pada tabel berikut :

Besaran Pokok
Satuan
Lambang Satuan
Dimensi
Panjang
meter
m
[L]
Massa
kilogram
kg
[M]
Waktu
sekon (detik)
s
[T]
Suhu
kelvin
A
[I]
Kuat Arus Listrik
ampere
K
[]
Intensitas Cahaya
kandela
cd
[J]
Jumlah Zat
mole
Mol
[N]
Sudut bidang datar
radian
rad
-
Sudut Ruang
steradian
sr
-

Anda dapat mencari dimensi suatu besaran yang lain dengan cara mengerjakan seperti pada perhitungan biasa. Untuk penulisan perkalian pada dimensi, biasa ditulis dengan tanda pangkat positif dan untuk pembagian biasa ditulis dengan tanda pangkat negatif.





Tentukan dimensi besaran-besaran berikut !
Luas
Volume
Kecepatan
Percepatan
Gaya
Usaha

Penyelesaian :
a. Luas (L) = panjang x lebar = [L] x [L] = [L]2
b. Volume (V) = panjang x lebar x tinggi = [L] x [L] x [L] = [L]3
c. Kecepatan (v) =
d. Percepatan (a) =
e. Gaya (F) = massa x percepatan = [M][L][T]-2
f. Usaha (W) = gaya x perpindahan = [M][L][T]-2 = [M][L]2[T]-2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar