Search

Senin, 19 Agustus 2013

Penulisan dan Notasi Vektor

Besaran Fisika dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya arah, yaitu besaran skalar dan besaran vektor. Besaran skalar adalah suatu besaran yang mempunyai nilai tetapi tidak mempunyai arah, contoh: suhu, volume, massa, dan sebagainya. Penulisan besaran skalar hanya dengan menyatakan nilainya saja. Misalnya, massa Subi 35 kg, panjang tali 20 cm, dan volume bak mandi 1.000 liter. Besaran skalar selalu bernilai positif.
Besaran vektor adalah suatu besaran yang mempunyai nilai dan arah, contoh: gaya, tekanan, kecepatan, percepatan, momentum dan sebagainya. Untuk menyatakan besaran vektor, harus menggunakan nilai (angka) dan disebutkan arahnya. Misalnya, Asih berlari ke utara dengan kecepatan 5 km/jam dan Rayyan menggeser almari sejauh 3 meter ke barat.
Sebuah vektor digambarkan oleh sebuah anak panah. Panjang anak panah mewakili besar atau nilai vektor, sedangkan arah anak panah mewakili arah vektor. Notasi atau simbol sebuah vektor dapat menggunakan satu atau dua huruf dengan tanda panah di atasnya, misalnya atau . Pada buku cetakan biasanya dinyatakan dalam lambang huruf besar yang dicetak tebal (bold) dan miring (italic), misalnya A atau B. Gambar dibawah ini menunjukkan gambar beberapa vektor dengan notasinya. Titik A disebut titik pangkal vektor dan titik B disebut ujung vektor.
Photobucket
Penulisan nilai atau besar vektor dinyatakan dengan sebuah huruf besar dengan anak panah di atasnya beserta tanda harga mutlak, seperti: |A|, atau ||. Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan menggunakan metode grafis dan analitis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar